A Bootmaker for my King

“Heaven is my throne,” says ADONAI,
and the earth is my footstool.
What kind of house could you build for me?
What sort of place could you devise for my rest?
(Isaiah 66:1, CJB)

Saat saya memutuskan untuk ikut Tuhan Yesus pada 2010 setelah DIA panggil saya, ada satu kata yang saya tidak mengerti tapi saya menerima saja, kata itu ialah Bootmaker for the King.Lord Jesus adalah King of Kings atau Melekh MaMelakhim ( מלך המלכים), bumi ini adalah tumpuan kaki DIA. Can you imagine a greater king than HIM? Sepanjang sejarah dunia tidak pernah ada satu pun raja yang kekuasaannya mencakup seluruh bumi. Mau sebut kerajaan apa?  Britania Raya (Great Britain) yang berkuasa selama 2 abad, dari abad ke-16-18 tidak sampai mencakup 1/4 bumi.

British_Empire_Anachronous_7

CIA WordFact mencatat luas daratan di bumi adalah 148,94 juta km2, dan kerajaan Britania Raya cuma pernah menguasai 33,7 juta km2, alias sekitar 22% saja (data dari Nial Feguson, Empire)

Buat ilustrasi, di sebelah ini ada peta kerajaan Britania Raya dari Wikipedia, yang berwarna selain abu-abu adalah wilayah Britania Raya. Lihat bahwa ternyata besar kerajaan Britania Raya itu tidak sampai seperempat dari seluruh luas bumi.

Sementara kerajaan Lord Jesus itu mencakup seluruh langit dan bumi dengan bumi sebagai tumpuan kakinya. Can you imagine how great HE is and how marvelous HIS kingdom is?

Bagi saya ini adalah sebuah privilege (ini bahasa Indonesianya yang pas apa, ya?) dipanggil untuk ikut seorang raja yang wilayah kekuasaannya meliputi bumi dan langit . Walaupun banyak orang sekarang yang sudah merasa familiar dan terbiasa saja dengan Lord Jesus dan tidak pernah terpikir betapa berkuasanya Tuhan Yesus itu sebagai raja. Serta betapa terhormatnya kita yang terpilih dan DIA panggil untuk ikut DIA.

Saya mau berikan  ilustrasi lagi:
Pernah liat divisi  pasukan khusus pengawal kerajaan Inggris (Guard Division)?
Mereka ini pasukan yang mengawal istana dan seragamnya merah dan celana hitam dengan topi tinggi. Yang kalau menjaga pos jaga mereka berdiri tegak ,matanya menatap  lurus dan mereka tahan berdiri berjam-jam. Divisi pasukan pengawal ini terdiri dari 6 batalion elit yang bertugas menjaga Istana Buckingham dan tempat-tempat penting lain di seantero Inggris.

Tahukah anda kalau para anggota divisi  ini sejatinya adalah pasukan tempur?Guard Division
Untuk bisa masuk dalam divisi pasukan pengawal ini, seorang tentara harus melalui salah satu pelatihan dasar infanteri yang paling keras di dunia selama 2 minggu.  Training untuk pasukan Guards Division ini lebih lama dari pasukan infanteri lain. Pelatihan yang disebut Combat Infantryman’s Course – Foot Guards ini menekankan disiplin, integritas, loyalitas dan respek pada orang lain untuk setiap calon anggota pasukan  divisi Guards.
Kemudian setelah pelatihan dasar tersebut, training  dilanjutkan hingga 30-42 minggu.

Untuk lebih jelas mengenai  latihan seperti apa yang harus dijalani oleh resimen penjaga ini, silakan klik link berikut.

Makanya kalau kita lihat betapa disiplinnya mereka dan betapa tahan bantingnya mereka dalam melakukan tugas jaga , itu bukan lewat sesuatu yang instan. Itu adalah hasil latihan disiplin. Sebagai pengikut Kristus Yesus, kita pun harus memiliki disipin, integritas dan loyalitas serta respek tersebut, Bahkan Paulus pun sudah menekankan ini pada muridnya Timothy:

Accept your share in suffering disgrace as a good soldier of the Messiah Yeshua.
No soldier on duty gets involved with civilian affairs, since he has to please his commanding officer.
(2 Timothy 2:3-4, CJB)

Kalau kita memilih ikut ke dalam pasukan Raja di atas segala raja, maka kita tidak terlibat dalam urusan sipil. Kita akan menerima pelatihan. Kemudian setiap kita terima promosi atau tambahan tanggung jawab maka pelatihan berbeda akan kita terima sesuai dengan tanggung jawab kita. Tapi kita bukan lagi rakyat sipil yang bisa melakukan apa saja sekehendak kita.

Bukankah ini satu privilege dan kehormatan untuk dipanggil dan melayani Tuhan Yesus?
Bahwa kita bukan lagi masyarakat sipil, tapi adalah pasukan yang punya disiplin tinggi oleh karena kita diangkat sebagai anak dan ditebus dengan darah yang mahal, darah Tuhan Yesus sendiri. Sebagai anak Allah, maka kita akan menerima pendisiplinan,

My son, don’t despise Adonai’s discipline or resent his reproof; 
for Adonai corrects those he loves like a father who delights in his son.
(Proverbs 3:11-12, CJB)

Kemudian setelah mengutip Amsal tersebut di Hebrew 12:5-6, Paulus juga menambahkan di  ayat selanjutnya:

Regard your endurance as discipline; God is dealing with you as sons.
For what son goes undisciplined by his father?
All legitimate sons undergo discipline;
so if you don’t, you’re a mamzer and not a son!
(Hebrew 12:7-8, CJB)

CJB (Complete Jewish Bible)  menggunakan istilah mamzer (ממזר) untuk orang yang menolak pendisiplinan, suatu kata bahasa Ibrani yang artinya adalah anak haram dan merupakan penghinaan. ESV (English Standard Version) dan NKJV (New King James Version) memperhalus  istilah dengan “illegitimate son” dari  KJV (King James Version) yang menggunakan “bastard” dari kata bahasa Yunani yaitu nothos (νόθος).
Sebagai anak Allah, kita akan menerima proses disiplin untuk membentuk kita.  Jadi jika kita menolak pendisiplinan dari Tuhan, maka kita bukan anak Allah, melainkan mamzer/nothos alias anak haram!
Oleh karena kita berbeda dengan orang-orang dunia. Kita yang telah ditebus oleh darah Tuhan Yesus telah diangkat anak dan tentunya seorang anak harus mencerminkan siapa Bapa-nya. Tanpa menjalani pendisiplinan dan pelatihan dari Tuhan, maka kita tidak akan mampu menjalankan amanat agung memberitakan penebusan Kristus pada seluruh bangsa dan menjadikan mereka murid Kristus.

Ingat saja, Guard Division harus menjalani pelatihan dasar paling keras dari seluruh pasukan infanteri di bumi, untuk layak menjaga istana Buckingham dan kita lihat sebagai tentara yang megah dan anggun. Gimana kita yang dipilih oleh Raja segala raja, oleh Tuhan Yesus yang kemegahannya ribuan kali kerajaan Britania Raya.
Beda dengan pelatihan disivi penjaga kerajaan Inggris, pelatihan dasar dari Tuhan tentunya DIA sesuaikan dengan kekuatan kita dan intensitas pelatihan itu akan ditingkatkan pada saat kita bertahan menghadapi pelatihan itu. DIA juga menambahkan tanggung jawab lebih besar saat kita setia pada perkara kecil.

Saya bisa bicara begini karena saya sudah merasakan pelatihan yang luar biasa keras dan disiplin dari Tuhan Yesus.  IA mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik saya, yang saya sendiri tidak tahu kalau kemampuan itu ada di dalam diri saya. Well, tidak ada satu pun yang tahu siapa kita selain DIA sendiri yang menciptakan kita.

Pendisiplinan dan pelatihan dari Tuhan itu tujuannya cuma satu, supaya DIA bisa memamerkan kita kepada dunia, sama seperti kerajaan Inggris memamerkan Guard Division-nya.

He said to them, “A lamp isn’t brought in to be put under a bowl or under the bed, is it?
Wouldn’t you put it on a lampstand?
(Mark 4:21, CJB)

Biarkan DIA melatih kita dan mengeluarkan seluruh yang terbaik di dalam kita untuk kemuliaan DIA dan kemuliaan kerajaan-NYA.
Baruch Attah Adonai Eloheinu Melech HaOlam.
Amein.