When G-d Loves You…

ADONAI, You have probed me, and you know me.
You know when I sit and when I stand up,
You discern my inclinations from afar,
You scrutinize my daily activities.
You are so familiar with all my ways
that before I speak even a word, ADONAI,
You know all about it already.
(Psalm 139:1-4, CJB)

How G-d loves us?

Mazmur itu hanya menceritakan sedikit dari kasih Bapa pada kita
Dia tahu saat kita duduk, saat kita berdiri dan tahu apa yang kita lakukan setiap hari. Sebelum kita mengucapkan perkataan kita, Dia sudah mengetahuinya.

Manifestasi kasih-Nya yang terbesar ada di dalam Messiah Yeshua/Kristus Yesus,

For God so loved the world that he gave his only and unique Son,
so that everyone who trusts in him may have eternal life, instead of being utterly destroyed
(John 3:16, CJB)

Kenapa Tuhan repot-repot turun ke dunia dan mengambil wujud manusia di dalam Yeshua/Yesus, kemudian mengambil seluruh dosa manusia ke dalam tubuhnya dan menghapus semua dosa-dosa itu?
Semua karena satu alasan: Dia mau agar kita selalu dekat dengan Dia dan menyatu dengan Dia.  John 15:1-11 menjelaskan semua keinginan Tuhan di dalam  Messiah Yeshua/Kristus Yesus untuk menyatu dengan kita.Yang paling gamblang Dia bilang:

I am the vine and you are the branches.
Those who stay united with me, and I with them,
are the ones who bear much fruit;
because apart from me you can’t do a thing
(John 15:5, CJB)

Kita tidak akan mampu melakukan apa pun terpisah dari Tuhan. Kita tidak mampu melindungi diri kita dari elemen dunia ini. Ingatlah bahwa dunia ini sudah Dia kutuk, pada saat Adam jatuh dalam dosa.

To Adam he said, “Because you listened to what your wife said
and ate from the tree about which I gave you the order, ‘
You are not to eat from it,’ the ground is cursed on your account;
you will work hard to eat from it as long as you live.
(Genesis 3:17, CJB)

Dalam naskah bahasa Ibraninya, kata yang dipakai untuk mengutuk tanah adalah ארורה האדמה (Arurah haAdamah) yang berarti “terkutuklah tanah.” Arurah adalah bentuk kata sifat dari kata dasar arar (ארר) yang berarti mengutuk dengan pahit dan keras.  Jika Tuhan sudah mengutuk dengan pahit dan keras, maka apa pun yang kita kerjakan di dunia di luar DIA adalah sia-sia. Bahkan raja Sch’lomo/Salomo ketika menulis Ecclesiastes/Pengkhotbah yang melihat semua  yang dia miliki adalah sia-sia, dan semua yang ada di kolong langit sia-sia. Padahal Sch’lomo/Salomo adalah orang terkaya yang pernah ada di kolong langit, 1 Kings/Raja-Raja 10:14-29 dan 2 Chronicles/Tawarikh 9:13-22 mencatat setiap tahun Salomo menerima upeti 25 ton emas (1 talenta=34,5 kg), belum termasuk keuntungan hasil perdagangan.
Jika kita taruh dalam kondisi sekarang, gaji Solomo pertahun adalah 25 ton emas kali harga emas per gram adalah USD 47 atau sekitar  Rp 423.000, maka gaji Solomo adalah sebesar Rp 10,6 triliun atau USD 1, 2 miliar.
Itu baru gaji…

Nah kebayang kan kalau raja yang kayanya seperti itu saja menganggap semua sia-sia?
Apalagi kita yang kekayaannya tentu belum sebesar Baron Rotschild atau Bill Gates atau Warren Buffet.

Jadi kalau kita sadar, di luar Tuhan kita pasti bersusah payah melakukan semua pekerjaan, yang dalam bahasa Inggris disebut toil dan di dalam bahasa Ibrani disebut עצבון (itzavon), yang mencakup susah-payah, kerja keras dan penuh kekuatiran. Di mana lagi kita bisa bersandar selain kepada Bapa kita?

Di dalam Tuhan Yesus, kita pasti mampu melakukan semua hal oleh karena di dalam Dia-lah segalanya ada. Pada awal penciptaan manusia, kita memang diciptakan untuk menikmati semua kebaikan yang Dia ciptakan bagi kita. Hanya karena benih pengetahuan akan dosa yang dimakan oleh Adam dan Hava yang menjadikan kita terpisah dari Tuhan.
Tapi dengan Messiah Yeshua/Kristus Yesus kita kembali menjadi satu dengan Tuhan oleh karena Dia telah turun jadi manusia. Dia tahu apa rasanya lapar, tahu rasanya takut, dan saya yakin Dia juga pasti tahu seperti apa rasanya kebelet nahan  kencing atau buang air karena Dia pernah merasakan apa yang kita rasakan sekarang. Bahkan penderitaan kita akibat dosa pun Dia tanggung sepenuhnya. Sepenuhnya loh, gak main-main.

Itu semua karena Tuhan sangat pengen kita balik ke Dia.
Oleh karena pada hakekatnya manusia diciptakan untuk bersekutu dengan Tuhan.

He created them male and female;
he blessed them and called them Adam
(Genesis 5:2, CJB)

Kata Adam dalam bahasa Ibrani berarti manusia. Kata adam ini berasal dari 2 kata yang tulisan huruf Ibrani-nya sama yaitu אדמה, Adamah dan Adameh. Adamah berarti tanah, menunjukkan manusia berasal dari tanah; sedang Adameh berarti menyerupai, yang menunjukkan manusia dibentuk serupa dan segambar dengan Tuhan.
Adamah menunjukkan manusia dalam wujud bahan mentah yang berasal dari tanah, sedang Adameh menunjukkan manusia yang dipenuhi Roh Allah akan penuh kuasa oleh karena serupa dan segambar seperti Allah.
Bagaimana caranya?
Tuhan lebih dulu melakukan itu semua. Di dalam Kristus Yesus, Tuhan mengambil bentuk manusia kemudian mengambil seluruh dosa manusia. Dosa itu kemudian  Dia timpakan ke dalam tubuh manusia Yesus hingga hancur dan darah-Nya tercurah, kemudian bangkit kembali dalam tubuh kemuliaan.
Pernah nonton film The Matrix (1999) yang dibintangi Keanu Reeves?
Menjelang penghabisan film, ada adegan saat Neo masuk ke dalam tubuh agent Smith dan menghancurkan tubuh agent Smith itu dari dalam kemudian tubuh agent Smith berubah menjadi Neo. Seperti itulah kira-kira proses penghancuran tubuh manusia fana ini yang diterima oleh Kristus Yesus di atas kayu salib. Pada saat Dia menerima penghukuman yang seharusnya kita terima ke atas diri-Nya, maka saat itulah tubuh fana manusia Tuhan Yesus hancur dan Dia mati di atas kayu salib. Setelah tubuh fana manusia itu mati dan dihancurkan, maka tubuh kemuliaan dari surga yang berkuasa. Tubuh kemuliaan yang dilihat Rasul Paulus di perjalanan ke Damaskus dan di dalam seluruh pasal 1 Corinthians 15 kita akan dapat lihat betapa Paulus begitu terpesona dengan tubuh kemuliaan Tuhan Yesus yang dia temui.

Begitu pula kita yang di dalam Kristus Yesus.
Saat kita menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat kita, saat itu kita diselamatkan dan dapat tiket untuk masuk  kerajaan surga. Pada saat kita menerima baptisan (immersion/mikveh) yang sama dengan baptisan Yohanes Pembaptis (Yochanan HaNavi) maka itulah saat tubuh lama kita yang fana telah mati. Kematian tubuh lama kita adalah mati bersama dengan kematian tubuh Kristus. kemudian pada saat keluar dari air baptisan, kita hidup kembali dan menerima kuasa kebangkitan Tuhan Yesus.
Oleh karena Kerajaan Surga bukan terdiri dari hanya ucapan dan perkataan tapi terdiri dari kuasa (1 Corinthians 4:20).

Kuasa itulah yang Dia berikan kepada kita. Kuasa untuk mengalahkan dunia ini serta mengalahkan dosa dan segala setan. Oleh karena penghalang hubungan kita dengan Bapa adalah dosa. Penghalang itu telah dihancurkan oleh Kristus Yesus dan oleh karena itulah di dalam Kristus, kita menerima kembali kuasa dan otoritas kerajaan Surga. Segala setan, penyakit, kuasa dosa sudah dihancurkan di atas kayu salib oleh Kristus Yesus. Kemenangan itu kemudian Dia berikan kepada kita yang tinggal di dalam Dia, dan firman Dia tinggal di dalam kita.

That’s how G-d loves us… Hallelujah!