What is Sin

So God created humankind in his own image;
in the image of God he created him:
male and female he created them.
(Genesis 1:27, CJB)

Dalam bahasa aslinya:
ויברא אלהים את־האדם בצלמו בצלם אלהים ברא אתו זכר ונקבה ברא אתם
(vayivra  Elohim et ha’Adam be’tzalmo be’tzelem Elohim bara utu zakar un’kevah bara otam)

Manusia (Adam dalam bahasa Ibrani) diciptakan serupa dan segambar seperti Allah. Dalam bahasa Ibrani kata dasar dari Adam (אדם) berasal dari 2 kata: Adamah dan Adameh. Penulisan keduanya sama (אדמה) yaitu empat huruf Aleph-Dalet-Mem-Hey. Pembedanya hanyalah nikud (tanda baca). Adamah berarti tanah, sedang Adameh adalah serupa dan segambar.

Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan, itu jelas tertulis di dalam Genesis/Kejadian 1:27. Akan tetapi Tuhan menegaskan kembali, bahwa untuk serupa dan segambar dengan DIA, manusia harus punya Roh Allah (Ruach HaKodesh). Di mana Tuhan menegaskan itu?

Then ADONAI God, formed a person (Adam) from the dust of the ground  (adamah)
and breathed into his nostrils the breath of life, so that he became a living being
(Genesis 2:7, CJB)

Dalam bahasa Ibraninya sangat jelas:
וייצר יהוה אלהים את־האדם עפר מן־האדמה ויפח באפיו נשׁמת חיים ויהי האדם לנפשׁ חיה
(vayitzer ADONAI Elohim et haAdam afar min Adamah vayifah b’apay nishmat chayyim vay’hi haAdam l’nefesh hayah)

Jadi Genesis/Kejadian 1:27 adalah tentang penciptaan manusia yang Tuhan inginkan, yaitu serupa dan segambar dengan Dia yang terdiri dalam wujud laki-laki (zakar- זכר) dan perempuan (nek’vah-נקבה).  Kemudian untuk menjadikan manusia itu memiliki tubuh fisik, maka Tuhan mengambil Adameh (debu tanah) dan DIA hembuskan nishmat chayim ke dalam tubuh dari debu tanah tersebut. Jadilah manusia.

Jadi dari proses penciptaannya, manusia adalah serupa dan segambar  (b’etzalmo ve b’etzelem) seperti Allah.  Oleh karena itu DIA sangat mengasihi kita dan DIA mau untuk terus bersama dengan kita. Mengingat kita adalah anak-anaknya yang DIA ciptakan untuk menikmati segala ciptaan-NYA.

Akan tetapi oleh karena Adam tergoda bujukan bertingkat (dari setan ke istrinya dan ke dia) untuk makan pohon pengetahuan baik dan jahat maka kemuliaan Allah pergi dari Adam. Ada satu yang menarik yaitu saat Adam dan Hava memakan buah pengetahuan baik dan jahat, mereka jadi mengenal apa itu dosa dan kecenderungan perbuatan buruk.
Sebelum memakan buah pohon itu, Adam dan Hava hanya tahu perbuatan baik, oleh karena mereka serupa dan segambar seperti Allah. Akan tetapi setelah mereka memakan buah pohon itu, mereka jadi tahu ada perbuatan dosa dan mereka mengenal apa itu dosa.

Apakah mengetahui dosa itu sebuah kejahatan?

Sebagai yang diciptakan serupa dan segambar seperti Allah, maka seharusnya kita tidak mampu berbuat dosa, apalagi sampai terjatuh dalam dosa. Sebagai yang dicipta serupa dan segambar dengan Allah, kita menang atas dosa dan berkuasa. Jadi kita sama sekali tidak mengenal apa itu perbuatan buruk, apalagi dosa. Kita seperti Allah yang kudus, oleh karena tanpa kekudusan kita tidak akan pernah melihat Allah (Hebrew/Ibrani 12:14 cf Leviticus/Imamat 11:44-45, 19:2, 20:7).

Ini dilemanya…

Pada saat Adam memakan pohon pengetahuan baik dan jahat, saat itu terbukalah pengetahuan akan kejahatan.
Berarti manusia sanggup melakukan kejahatan oleh karena ada kecenderungan berbuat jahat di dalam hati manusia (evil inclination).
Mau bukti? Lihat Genesis/Kejadian 6:5 dan 8:21.
Itu adalah saat Nuh dengan hatinya yang tidak punya kecenderungan jahat diselamatkan Tuhan dari banjir bandang. Kemudian Tuhan membuat perjanjian dengan manusia bahwa DIA tidak akan menghancurkan dunia oleh karena kecenderungan jahat di hati manusia (yetzer hara –  יֵצֶר הַרַע) dan Tuhan juga tidak akan menghancurkan dunia dengan air lagi.

Pada saat Adam mengetahui dosa, saat itu ia terpisah dari Tuhan. Ia bersembunyi dan Tuhan mencari Adam (Genesis/Kejadian 3:9).

Ini menariknya.
Sebagai pencipta alam semesta, mana mungkin Tuhan tidak mengetahui Adam ngumpet di mana. Pertanyaan itu pastinya muncul karena Tuhan tidak merasakan manusia berada di frekuensi kekudusan-NYA. Sama kayak kalo handphone kita tidak dapet sinyal, tidak mungkin kita bisa menerima telepon dari siapa pun. Jadi pada saat itu Tuhan tahu bahwa manusia sudah keluar dari frekuensi kekudusan-NYA. Kalau di gelombang radio, Adam udah turun ke frekuensi yang lebih rendah, tidak main di FM lagi, sudah turun ke AM.

Makanya sejak saat itu, ketika manusia punya kecenderungan berbuat jahat di dalam hatinya, maka itulah yang selalu di-eksploitasi oleh setan. Diciptakan serupa dan segambar seperti Allah, ada satu sifat yang Tuhan berikan dan ada di dalam diri Tuhan juga yaitu freewill atau kehendak bebas. Manusia bisa memilih untuk mengikuti kecenderungan jahat tadi dan permisif, atau memilih menolak ikut kecenderungan jahat itu.

Jika kita memilih menolak kecenderungan jahat tersebut, apa pilihan lainnya?
Tuhan sudah sediakan itu di dalam Kristus Yesus.

Tuhan mempersiapkan kedatangan-NYA ke dunia mengambil wujud manusia dengan sangat cermat. DIA meng-kultivasi bangsa Israel terlebih dulu untuk siap menerima kedatangan-NYA turun ke dunia. Ia memberikan nabi-nabi yang semua menubuatkan kedatangan-Nya, kemudian menurunkan Torah (hukum) untuk mengatur bangsa Israel. Ia menuntun bangsa Israel untuk mengenal DIA sebagai Tuhan yang akan mengirimkan Messiah/juru selamat sebagai penyelamat.
Messiah itu adalah Kristus Yesus.

Di dalam Kristus Yesus, Tuhan membuang semua kecenderungann jahat atau evil inclination atau yetzer hara tadi. Oleh karena Tuhan mengambil rupa manusia, DIA buang semua kutuk manusia dan DIA kembalikan manusia seperti jaman sebelum Adam mengenal dosa dan jatuh ke dalam dosa.
Saat Yesus Kristus tergantung di atas kayu salib, dunia menjadi gelap gulita selama 3 jam (Matthew 27:45 cf Mark 15:33 cf Luke 23:44), sama seperti  pada saat awal pembentukan dunia.
Ini sama kayak Tuhan menekan tombol reset dan mengulang semua proses penciptaan dunia melalui dan di dalam Kristus Yesus.

Makanya semua yang lahir di dalam Kristus Yesus adalah ciptaan baru (2 Corinthians/Korintus 5:17).
Oleh karena Tuhan Yesus telah mengambil wujud manusia dan mengambil semua kutuk, penderitaan, kejahatan dan semua kekurangan manusia ke dalam tubuhnya yang terpaku di atas kayu salib, DIA menjadi terkutuk karena DIA menanggung semua penderitaan kita.
Ini bukan sesuatu yang main-main. Ini sesuatu yang indah dan sekaligus agung dan kudus.

Dengan pengorbanan Tuhan di atas tubuh Yesus di atas kayu salib, makanya kita semua yang tinggal di dalam Kristus adalah ciptaan baru, Kita hidup di dalam tubuh fisik, tapi memiliki Roh Allah. Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari apa pun juga yang ada di dunia ini (1 John/Yohanes 4:4).  Jadi kita dapat menanggug apa pun masalah yang ada di dunia ini dengan kuasa Roh Allah di dalam kita yang telah DIA berikan pada saat DIA naik ke surga. Tulisan berikut saya mau bahas tentang (Roh Allah/Ruach HaKodesh/Shekinah).

Jadi balik ke pertanyaan, apa sih dosa?
Dosa adalah semua hal yang membuat kita jadi tidak serupa dan segambar seperti Allah. Oleh karena di dalam Kristus Yesus kita diciptakan baru, kita serupa dan segambar seperti Allah.
Allah setia pada janjinya, maka kita juga akan setia. Allah tidak pernah berbohong, maka kita pun tidak akan pernah berbohong.

Dalam bahasa Ibrani, ada 3 macam dosa:
– chata’ah (חטאת)
– pesha (פשׁעי)
– avon (עוון)

Chata’ah (חטאת) adalah dosa akibat melenceng dari jalan Tuhan, dan ini adalah dosa karena apa yang dilakukan Adam sehingga kita meleset dari jalur/track kita serupa dan segambar seperti Allah. Arti harfiah dari chatt’ah adalah meleset dari sasaran.
Pesha (פשׁעי) adalah dosa pelanggaran yang manusia lakukan secara sengaja. Ini termasuk pemberontakan, ketidak taatan, ketidak patuhan. Secara harfiah pesha memiliki arti melewati batas. Manusia mampu melakukan perbuatan di luar batas oleh karena ia sudah di luar kekudusan Allah oleh karena chata’ah tadi.
Avon (עוון) adalah pelanggaran yang manusia lakukan untuk memelintir tujuan Tuhan untuk kepentingan sendiri.  Avon terjadi sama seperti pesha oleh karena manusia memiliki kecenderungan berbuat jahat (evil inclination) tadi. Kecenderungan berbuat jahat yang memikirkan diri sendiri terjadi karena manusia melenceng dari jalan Tuhan sehingga manusia kehilangan Roh Allah dan cuma jadi debu tanah saja.

Semua kecenderungan berbuat jahat tadi: baik yang melampaui batas maupun memikirkan kepentingan sendiri telah ditutup dengan darah Kristus yang tercurah di atas kayu salib. Oleh karena DIA-lah anak domba Allah yang menghapus seluruh dosa kita dengan mengembalikan kita pada track kita dengan menghapus chata’ah. Ingat ucapan Yohanes Pembaptis (Yochanan HaNavi) ketika melihat Yesus saat sedang membaptis di sungai Yordan, “Lihat, itulah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Yesus Kristus yang menghapus chata’ah manusia di dunia ini dan mengembalikan manusia kepada kodratnya serupa dan segambar dengan Tuhan.
Dalam bahasa Ibrani, yang merupakan bahasa percakapan di daerah Judea, termpat di mana Tuhan Yesus bermukim, Yohanes berkata demikian: הנה שה האלהים הנשא חטאת העולם (Hinei! Seh haElohim hanoseh chata’ah ha’olam).

Sedangkan musuh kita: setan selalu mengiming-imingi manusia untuk terus melakukan dosa dengan memberikan alasan ada dosa kecil dan dosa besar. Bahkan berusaha membuat manusia memaklumi perbuatan dosa yang “katanya” kecil. WRONG! ABSOLUTELY WRONG!

Dosa adalah dosa, dan dosa adalah penghalang kita dengan Tuhan. Kita yang telah ditebus oleh darah Kristus akan selalu berada di dalam kesempurnaan kasih Tuhan dan ktia tidak akan sanggup berbuat dosa apa pun. Oleh karena Roh Allah di dalam kita akan terus menjaga kita dan menguduskan kita. Ingat, kita sudah ditebus oleh darah Kristus Yesus, yang tertumpah di atas kayu salib sebagai pengampunan dosa. Dengan tetap menjaga kehidupan kita di dalam kuasa darah Kristus Yesus, maka hidup kita akan selalu Tuhan jaga dan kita menerima kuasa untuk mengalahkan dosa.

Di sinilah pentingnya Perjamuan Kudus.
Perjamuan kudus yang dilakukan secara benar akan menjaga kita secara nyata dengan perlindungan darah Kristus. Saya bisa bicara demikian karena saya mengalami sendiri perlindungan darah Tuhan Yesus setiap saat. Di dalam setiap kita yang masih memiliki tubuh fisik, setan mengintip di pintu evil inclination (kecenderungan dosa) itu dan menunggu celah terbuka. Hanya dengan darah Kristus Yesus yang menjaga kita dari kecenderungan dosa tadi setiap saat.

…“This cup is the New Covenant effected by my blood;
do this, as often as you drink it, as a memorial to me.”
(1 Corinthians 11:25, CJB)

Makanya Paulus menyatakan “lakukan setiap saat kamu meminumnya.” Di dalam ESV disebutkan “Do this, as often as you drink it, in remembrance of me.”

Seberapa sering perjamuan kudus?
Well, tergantung seberapa kita mau terus dijaga dan tetap di dalam kuasa darah Tuhan Yesus. Kita bisa lakukan setiap hari, setiap minggu atau setiap bulan. Tidak ada aturan baku. Oleh karena Paulus yang diajar langsung oleh Tuhan Yesus menulis, “lakukan setiap saat kamu meminumnya.” Jadi bisa setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan.
Tapi yang pasti, makin sering kita dijaga oleh tubuh dan darah Kristus Yesus, maka kita akan terus berada di dalam DIA.

Kalau kita berada di dalam DIA, mana bisa kita melakukan perbuatan di luar kehendak-NYA?
Mana mungkin kita berbohong, menipu dan melakukan perbuatan jahat lain?
Hallelu et Adonai HaYeshua le’olam va’ed. Terpujilah Tuhan Yesus selamanya.
Amein.