Holy Spirit

The earth was unformed and void, darkness was on the face of the deep,
and the Spirit of God hovered over the surface of the water.
(Genesis 1:2, CJB)

Saya janji mau tulis tentang Roh Allah atau Roh Kudus di tulisan sebelumnya. Sebagai sebuah misteri, Roh Allah  menjadi Firman dan Firman itu turun menjadi manusia di dalam Kristus Yesus. Firman di dalam Yesus itu menggenapi semua rencana keselamatan dan rekonsiliasi Tuhan. Kemudian Firman itu kembali ke Allah dan Roh Kudus turun kepada manusia.
Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus adalah satu.  Sebagaimana Deuteronomy/Ulangan 6:4 berkata, Dengar Israel, Tuhan Allah itu  esa.”

Saya mau tegaskan di sini, bahwa saya bukan orang teologi dan saya membenci teologi dan filsafat. Oleh karena teologi dan filsafat memperlakukan Tuhan seperti sebuah obyek pengetahuan. Jadi apa yang saya tulis di sini bukan dari sudut pandang teologi maupun filsafat.

Sori, saya mengecewakan anda yang ingin membaca tulisan tentang theology dan filsafat di sini.

Kapan pertama kali Roh Kudus diberikan ke manusia?
Pada saat Adam diciptakan dan Tuhan memberikan nishmat hayim (נשׁמת חיים) ke dalam casing tubuh manusia, saat itulah pertama kali DIA berikan Roh-NYA untuk manusia. Arti kata nishmat chayim sendiri adalah udara kehidupan (nishmat=udara, chayim=kehidupan). Dengan adanya nishmat chayim di dalam manusia, maka manusia memiliki kuasa dan otoritas atas semua hewan dan bumi ini. Oleah karena nishmat chayim tadi memberi kehidupan dan dengan Roh Allah itu  maka manusia berkuasa atas bumi.

Akan tetap begitu manusia memiliki pengetahuan akan dosa, maka Roh Kudus Allah meninggalkan manusia, dan Tuhan mengutuk manusia. Tuhan mengutuk bumi dan manusia harus bekerja banting tulang (toil) untuk makan, bumi akan menghasilkan semak duri dan rumput duri, dan memberikan susah payah saat mengandung dan rasa sakit saat melahirkan.

Apakah Roh Kudus meninggalkan manusia saat itu? Definitely.
Manusia yang telah kehilangan kemuliaan Allah tidak memiliki lagi Roh Kudus di dalam dirinya (Roman 3:23).

Pernahkah Roh Kudus turun ke bumi sebelum Kristus Yesus naik ke langit?
Beberapa kali tercatat hadirat Allah hadir di bumi. Salah satunya ketika kemah suci Musa selesai dibuat dan hadirat Allah memenuhi kemah suci (Exodus/Keluaran 40:34-35). Kata yang dipakai untuk menjelaskan kemuliaan Tuhan hadir memenuhi kemah suci adalah mishkan (משׁכן). Mishkan dalam bahasa Ibrani memiliki arti rumah (home). Tuhan tinggal di tengah-tengah orang Israel dan hadirat-NYA memenuhi kemah suci. Hadirat Tuhan di bumi ini disebut sebagai Shekinah (שכינה). Shekinah adalah Roh Tuhan yang tinggal menetap di bumi dan menempati rumah yang DIA berkenan tinggal di dalam rumah (mishkan) tersebut.

Salah satu peristiwa lain adalah di dalam diri Raja Dovid/Daud. Ketika Sh’muel mengurapi Dovid, saat itu Roh Allah memenuhi Dovid dengan kuasa.

Sh’mu’el took the horn of oil and anointed him there in his brothers’ presence.
From that day on, the Spirit of Adonai would fall upon David with power.
(1 Kings/Raja-Raja 16:13, CJB)

Kemudian ketika Shlomo selesai membangun Beit HaKodesh (Bait Suci) pertama dan meletakkan tabut perjanjian (Aron HaBrit) di dalamnya, saat itu kemuliaan Tuhan turun dan memenuhi Bait Suci (1 Kings/Raja-raja 8:10-11). Itu adalah Shekinah atau hadirat Tuhan yang memenuhi sebuah tempat yang penuh dengan kekudusan-NYA.

Tercatat di dalam Alkitab beberapa kejadian di mana Roh Allah memenuhi manusia dan tempat, akan tetapi Roh Allah itu tidak berdiam di diri setiap manusia sebagaimana saat Adam diciptakan. Hanya para Nabi yang menulis kitab-kitab baik Nevi’im Rishonim (Nabi-nabi awal) dan Nevi’im Acharonim (Nabi-nabi akhir) dipenuhi oleh Roh Allah. Tetapi Tuhan telah berjanji bahwa suatu saat DIA akan memenuhi semua manusia dengan Roh Allah.

“After this, I will pour out my Spirit on all humanity.
Your sons and daughters will prophesy,
your old men will dream dreams, your young men will see visions;
(Joel 2:28, CJB)

Jadi seperti apakah manusia yang tidak ada Roh Allah?
Ingat kecenderungan jahat (evil inclination atau yetzer hara)? Itu yang terjadi pada manusia yang tidak punya Roh Allah. Mereka tidak dapat mengontrol kecenderungan jahat mereka dan mereka melakukan kecenderungan jahat itu. Itu terjadi karena manusia tidak lagi memiliki kemuliaan dan kekudusan Allah.

Mari kita lihat elemen manusia mulai dari tubuh, jiwa dan roh.

Tubuh manusia adalah tubuh fisik yang bersentuhan langsung dengan elemen dunia. Dalam bahasa Ibrani, konsep tubuh dikenal dengan basher (בשר) yang secara harfiahnya berarti adalah daging. Tubuh fana manusia ini terdiri dari daging yang secara fisik komponennya sama seperti binatang yang penuh keinginan untuk memuaskan diri.

Di balik tubuh terdapat jiwa atau nefesh (נפש). Jiwa inilah yang mengisi tubuh manusia dan mengendalikan tubuh manusia. Jiwa ini memenuhi tubuh dan mengontrol tubuh manusia. Pada penciptaannya, jiwa manusia ini murni. Akan tetapi ketika bersentuhan dengan elemen dunia yang kotor maka jiwa manusia menjadi terkontaminasi oleh hal jelek yang ada di dunia, yaitu kecenderungan jahat (evil inclination). Jiwa manusia tidak mampu untuk melawan kecenderungan jahat yang berasal dari setan. Hanya Roh Allah yang mampu mengalahkan semua kecenderungan jahat tadi. Di dalam jiwa inilah terdapat pribadi kita, pikiran kita, emosi kita dan kehendak kita.  Kehendak bebas manusia (freewill) ada di dalam jiwa. Jiwa ini perlu dikendalikan oleh elemen yang lebih besar lagi, yaitu Roh Allah.

Kemudian, manusia pun memiliki selongsong kosong yang merupakan tempat bagi Roh Allah. Selongsong ini bernama neshamah (נשמה). Ini adalah bagian terdalam di diri manusia yang hanya bisa ditempati oleh Roh Allah agar manusia menjadi kembali serupa dan segambar seperti Allah dan menjadi anak-anak Allah. Selongsong ini menjadi kosong ketika Adam memakan buah pengetahuan baik dan jahat sehingga Adam dan keturunannya mengenal dan mengetahui dosa. Hanya dengan mengisi selongsong itu dengan Roh Kudus atau Ruach HaKodesh (רוח הקודש), manusia kembali menjadi Adameh, serupa dan segambar seperti Allah. Sehingga memenuhi tujuan awal penciptaan manusia: menikmati alam semesta ini bersama Tuhan.
Sebagai selongsong kosong, maka neshamah ini ia bisa diisi oleh apa pun, tergantung siapa yang manusia undang untuk mengisinya. Sekali diisi oleh roh, maka roh tersebut akan memenuhi jiwa manusia, sama seperti jiwa memenuhi tubuh.

Bagaimana jika selongsong roh manusia tidak diisi oleh Roh Allah?
Maka segala macam roh jahat, demon, kuasa gelap akan mengisi selongsong itu. Pada saat itulah kegelapan dan kejahatan menguasai manusia yang dipenuhi roh jahat.

Pada saat dipenuhi oleh roh lain  tadi maka kita akan melihat manusia mampu melakukan segala perbuatan keji yang kita lihat sekarang di dunia. Bahkan manusia yang setengah-setengah dalam menyerahkan hidupnya ke Tuhan pun mampu melakukan perbuatan yang lebih keji dari yang tidak punya Roh Allah. Saya pernah melihat orang yang di gerejanya memegang posisi terhormat tapi mampu melakukan fitnah keji maupun menjatuhkan orang secara keji. Sekali lagi, jangan pernah mentolerir orang yang hanya setengah-setengah dalam menyerahkan hidupnya pada Tuhan. Lebih baik orang itu tidak menyerahkan hidupnya sama sekali, daripada setengah-setengah. Oleh karena saya melihat sendiri bahwa orang yang setengah-setengah ini jauh lebih keji dari orang yang tidak punya Roh Allah. Tuhan sendiri pun menegaskan orang yang setengah-setengah ini akan DIA muntahkan.

So, because you are lukewarm, neither cold nor hot,
I will vomit you out of my mouth!
(Revelation/Wahyu 3:16, CJB)

Saya tahu tulisan ini agak kontroversial.
Oleh karena saya hanya bicara apa adanya saja dari yang saya alami dan hikmat yang saya terima dari Tuhan dan konfirmasinya tertulis di dalam Alkitab.

Tuhan meminta kita untuk  lebih dalam mengenal DIA. Lebih dari sekedar  hanya menyandang label sebagai orang Kristen saja, alias cuma beragama Kristen. Masuklah lebih dalam untuk mengenal Tuhan Yesus yang adalah Allah Bapa sendiri yang turun menghapus kutuk dosa dan penderitaan kita. Saya perlu ingatkan bahwa untuk masuk ke pengenalan yang dalam akan Tuhan, akan banyak sekali halangan, bahkan dari orang terdekat. Pasti akan mengalami cemooh, pengucilan atau yang saya alami: fitnah.
Tapi Paulus menganggap itu semua adalah merupakan keuntungan, seperti yang  ia tulis pada jemaat Filipi:

For to me, life is the Messiah, and death is gain.
But if by living on in the body I can do fruitful work,
then I don’t know which to choose.
(Philippians 1:21-22, CJB)

Satu hal yang pasti, setan tidak senang jika kita kembali kepada Bapa kita di Surga. Oleh karena itu setan memasang jerat dan perangkap yang seolah-olah terlihat sebagai sesuatu kebenaran. Jerat dan perangkap setan itu biasanya berupa doktrin, agama, teologi, filsafat, denominasi atau liturgi, dan segala hal buatan manusia lainnya.  Semuanya setan lakukan untuk mencegah manusia kembali pada Kristus Yesus dan dipersatukan kembali alias rekonsiliasi dengan Bapa Surgawi. Bagi saya, saya akan buang semua penghalang itu, agama, doktrin gereja, denominasi dan segalanya agar saya mengenal Tuhan Yesus lebih dalam lagi. Oleh karena dengan penyaliban-NYA, pada saat tabir bait suci terbelah, saat itulah tidak ada lagi penghalang bagi kita dengan Tuhan.
Jadi kenapa manusia bikin lagi segala rupa doktrin, teologi dan agama untuk menaruh kembali pemisah antara manusia dan Tuhan?

Puji Tuhan Yesus.
Kita semua yang telah menerima kematian dan kebangkitan Kristus Yesus juga telah menerima Roh Kudus yang mengingatkan kita dan merupakan Roh penghibur kita. Injil Yohanes menjelaskan dengan sangat jelas siapa itu Roh Kudus yang turun di dalam kita semua:

But the Counselor, the Ruach HaKodesh, whom the Father will send in my name,
will teach you everything; that is, HE will remind you of everything I have said to you.
(John 14:26, CJB)

Juga

“When the Counselor comes, whom I will send you from the Father —
the Spirit of Truth, who keeps going out from the Father —
HE will testify on my behalf.
(John 15:26, CJB)

Roh Kudus adalah penolong, penghibur dan pengajar. DIA yang terus mengisi selongsong roh kita dengan Roh Allah yang hidup sehingga kita akan selalu memiliki damai sejahtera (shalom) dari Tuhan di dalam kita.
Roh Kudus itu adalah Nafas Tuhan sendiri yang mengisi selongsong roh kita. Nafas yang menghidupkan kita dan memberi kita kuasa mengalahkan segala elemen dunia dan kuasa dosa.

Hallelujah! B’shem Yeshua Adonai.
Dalam nama Tuhan Yesus. Amein.